Peralatan dan Teknologi Pengusir Hama Babi pada Lahan Pertanian : Sejarah, Investigasi, dan Kearifan Lokal

Rp75,000 Rp85,000

Available on backorder

Add to wishlist
Share

    Judul: Peralatan dan Teknologi Pengusir Hama Babi pada Lahan Pertanian : Sejarah, Investigasi, dan Kearifan Lokal

    Penulis: Dr. Ir. A. St. Fatmawaty, M.Si., Dr. Ir. A. Muh Arif Bijaksana, M.Si.
    ISBN: –
    Halaman: vi, 137 hlm
    Cover: Soft Cover
    Ukuran: 15.5 x 23 cm
    Berat: 480 gr

    Deskripsi:
    Hama babi merupakan salah satu ancaman serius dalam dunia pertanian. Kehadiran mereka dapat menyebabkan kerugian signifikan bagi hasil panen dan berdampak pada kesejahteraan petani. Letak geografis desa yang berada di kaki gunung dan dekat dengan habitat babi menjadi sebuah masalah ekologi yang sering dihadapi oleh para petani. Selain itu terjadinya eksploitasi besar-besaran pada hutan menjadikan habitat alami babi hutan menjadi terancam sehingga akan berpeluang untuk mencari habitat lain dan menjadikan lahan perkebunan petani sebagai target mencari makan dan akan bersifat merusak.
    Dalam buku ini, penulis membahas berbagai aspek terkait tentang sejarah peralatan pengusir hama babi hutan, perkembangan alat-alat pengusir hama babi hutan mulai dari tradisional sampai dengan penggunaan alat-alat modern yang mengandalkan teknologi, tentang investigasi kerusakan yang diakibatkan keberadaan hama babi hutan, serta membahas perspektif kearifan lokal berdasarkan sudut pandang manusia, budaya dan lingkungan dalam tradisi berburu babi hutan.
    Penulis harap semoga buku ini dapat memberikan wawasan tentang bagaimana pengetahuan tradisional berkontribusi pada solusi modern dan semoga buku ini juga dapat memperkaya pemahaman dan mendorong mengembangkan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan ini.
    Selamat membaca dan semoga buku ini dapat memberikan manfaat.

    Reviews

    There are no reviews yet.

    Be the first to review “Peralatan dan Teknologi Pengusir Hama Babi pada Lahan Pertanian : Sejarah, Investigasi, dan Kearifan Lokal”

    Your email address will not be published. Required fields are marked *