Nilai-Nilai Moderasi Al-Qur’an dalam Model Pelayanan Kegiatan Keagamaan di Sulawesi Barat

Rp72,000 Rp82,000

Tulisan ini secara umum berkaitan dengan semangat pelayanan keagamaan kepada masyarakat luas, menumbuhkan kreativitas dan inovasi yang mumpuni terlebih menghadapi kemajukan dan keragaman masyarakat yang ada. Di sisi posistif tentu masyarakat yang homogen yang ditemukan tidak beragaman, baik konteks idiologi, faham, serta agama, maka pelayanan keagamaan tentu mudah mengartikulasi pemahaman dan pendalam nilai agama.

Add to wishlist
Share
Categories,

    Judul: Nilai-Nilai Moderasi Al-Qur’an dalam Model Pelayanan Kegiatan Keagamaan di Sulawesi Barat

    Penulis: Dr. Bahruddin, M.Ag
    Editor: Aldiawan, S.Kom, M.Kom
    ISBN: –
    Halaman: viii, 189 hlm
    Cover: Soft Cover
    Ukuran: 14 x 20 cm
    Berat: 250 gr

    Deskripsi:
    Tulisan ini secara umum berkaitan dengan semangat pelayanan keagamaan kepada masyarakat luas, menumbuhkan kreativitas dan inovasi yang mumpuni terlebih menghadapi kemajukan dan keragaman masyarakat yang ada. Di sisi posistif tentu masyarakat yang homogen yang ditemukan tidak beragaman, baik konteks idiologi, faham, serta agama, maka pelayanan keagamaan tentu mudah mengartikulasi pemahaman dan pendalam nilai agama.
    Berbeda dengan kehidupan masyarakat yang beragam, keragaman pada faham agama, mazhab yang berbeda, maupun perbedaan agama, maka tentu pelayanan keagamaan akan dikreasi secara baik, mengartikulasi faham yang berbeda melalui pemahaman yang beragam dari beberapa pandangan agama, serta keluasan ilmu keagamaan dan profesional. Karena itu, berhadapan dengan keragaman masyarakat saat ini, bukanlah hal yang mudah di butuhkan banyak aspek, diantaranya pengetahuan agama yang luas, sikap keagamaan yang moderat,
    Membangun sikap agama yang moderat atau membangun moderasi beragama tentu berlandaskan pada 4 indikator yaitu; toleransi, anti kekerasan, komitmen kebangsaan serta penghargaan terhadap budaya lokal. Masyarakat sulawesi barat jika dilihat skema gambaran keseluruhan dari mulai Paku Kabupaten Polman sampai ke suremana kabupaten Pasangkayu perbatasan dengan sulawesi tengah, mencakup keseluruhan penganut agama yang telah hidup bertahun-tahun saling bahu-membahu, tanpa adanya kekerasan dan permusuhan, sikap toleransi yang tinggi, maupun kebersamaan dalam membangun masyarakat. Apatah lagi keberadaan budaya lokal masyarakat sulawesi barat yang sangat kental dengan nilai-nilai kebersamaan, mulai dari tradisi sayyang patu’du, metawe, pallele boyang, begitu pula tradisi pelaut yang tersimpan banyak tradisi lokal yang semuanya masuk dalam pappasang toriolo ta, banyak menceritakan karakter kebrsamaan.
    Karena itu, buku ini mengantar para penyuluh dan pemerhati moderasi beragama untuk menemukan metode penyuluhan yang efektif, yaitu sikap untuk membangun ke peloporan di masyarakat melalui kreativitas dan inovasi, setelah melihat penggambaran dan ekspresi penyuluh dan tantangan penyuluh agama yang mereka hadapi di tengah masyarakat. Dengan melalui penelitian panjang guna menemukan langkah-langkah kongkrit dalam membangun moderasi beragama yang ujung tombaknya adalah para penyuluh agama.

    Reviews

    There are no reviews yet.

    Be the first to review “Nilai-Nilai Moderasi Al-Qur’an dalam Model Pelayanan Kegiatan Keagamaan di Sulawesi Barat”

    Your email address will not be published. Required fields are marked *